KOMPAS.com – Pada dasarnya, pemilihan produk perawatan kulit seperti pelembab harus disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Jadi, sebelum memilih pelembab sebaiknya Anda sudah benar-benar mengenali dan memahami jenis kulit Anda, apakah normal, berminyak atau kering. Sebenarnya, di Indonesia tak banyak ditemui kulit yang benar-benar kering. Kebanyakan orang Indonesia memiliki kulit normal cenderung kering.

Setelah mengenali jenis kulit, perhatikan juga kualitas produk skincare tersebut, baik dari segi bahan juga performa kerjanya dalam merawat kulit Anda. Untuk pelembab misalnya, fungsinya adalah menjaga kelembaban kulit sepanjang hari selama beraktivitas. Jadi pastikan produk pelembab pilihan Anda mampu melembabkan dengan optimal untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada kulit. Saat memilih pelembab, perhatikan sejumlah faktor ini:

1. Berbasis penelitian.
Salah satu cara mengenali kualitas produk adalah dengan mencari tahu apakah produk tersebut telah melewati tahapan pengujian. Sejauhmana produk pelembab dapat meningkatkan manfaat dan memaksimalkan hasil, dapat diketahui dari pembuktian melalui berbagai eksperimen yang dilakukan.

Ketika memilih pelembab, Anda dapat mencari tahu apakah produk tersebut telah lolos uji dan melewati berbagai eksperimen untuk membuktikan sejauhmana efektivitasnya. Sederhananya, pilih produk perawatan kulit yang memiliki basis penelitian tertentu. Anda bisa mendapati informasi ini dari berbagai ulasan tentang produk tersebut melalui berbagai media.

2. Efektivitas.
Untuk memilih pelembab yang tepat, terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan terkait cara kerja produk tersebut. Teknologi di balik produk pelembab juga berdampak terhadap hasil akhirnya. Untuk pelembab, penting untuk diperhatikan sejauhmana teknologi yang digunakan dapat memaksimalkan fungsi pelembab dalam mendistribusikan air secara merata ke seluruh lapisan sel kulit.

Pelembab yang memiliki kinerja maksimal dalam merawat kulit kian menjadi kebutuhan. Menurut Indonesia Hand & Body Lotion Usage & Attitude Study 2011, yakni Riset yang diadakan Beiersdorf, kebutuhan akan skincare kini semakin bergeser. Jika sebelumnya perempuan di Indonesia hanya membutuhkan skincare untuk membersihkan dan melembabkan kulit, kini kebutuhan perempuan Indonesia akan skincare bukan sekadar melihat fungsinya namun juga memerhatikan nilai lebih atau efektivitas produk skincare tersebut dalam merawat kulit.

3. Jenisnya, krim atau losion.

Selain cara kerja produk, penggunaan pelembab yang disesuaikan dengan kondisi eksternal juga menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan dalam perawatan kulit. Mengenai hal ini, dermatologist, dr Amaranila Lalita Drijono SpKK atau akrab disapa dr Nila memberikan penjelasan. Untuk iklim lembab seperti dalam ruangan ber-AC, sebaiknya pilih pelembab dengan tingkat penyerapan yang baik. Yakni pelembab dengan bahan yang ketika kontak dengan kulit menimbulkan rasa nyaman pada si pengguna.

“Untuk kulit yang cenderung kering, karena berada di ruangan ber-AC, pilih krim pelembab dengan kandungan sedikit minyak. Sementara bagi Anda yang sering beraktivitas di luar ruang, dan berkeringat, pilih pelembab jenis losion yang sifatnya lebih watering. Untuk area kulit yang berambut juga sebaiknya jangan menggunakan krim pelembab, tapi pilih jenis losion,” jelas dr Nila dalam acara talkshow mengenai Teknologi Terbaru Kelembaban Kulit 24 Jam Non-stop di Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk mengetahui apakah produk pelembab yang Anda gunakan telah berhasil merawat kulit menjadi lebih sehat, kenali tanda-tandanya. Tanda sederhana yang menunjukkan kulit Anda sehat di antaranya, kulit terlihat lebih bersinar, tidak pecah-pecah dan Anda merasakan sensasi yang lembab pada kulit. Kalau Anda belum menemukan tanda-tanda ini pada kulit Anda, boleh jadi pelembab yang Anda pilih dan gunakan belum maksimal merawat kulit. Selain tentunya kulit yang tidak sehat juga dipengaruhi pola makan dan gaya hidup, termasuk stres, paparan sinar ultraviolet dan faktor cuaca yang berdampak terhadap kondisi kulit Anda.