KOMPAS.com – Kapan saat tepat ke dokter kala si kecil demam? Hal ini bergantung pada sensitivitas orangtua. Ada orangtua yang anaknya baru demam beberapa jam saja langsung dibawa ke dokter. Ia tak mau ambil risiko terjadi sesuatu yang lebih parah pada anaknya. Kondisi ini umumnya dilakukan para orangtua yang baru punya anak, punya anak satu-satunya, atau anak yang sudah lama dinantikan kehadirannya.

Ada pula orangtua yang menunggu demam anak selama beberapa hari, misalnya sampai tiga hari. Ia hanya memberikan obat penurun panas atau memberi banyak minum pada si kecil. Bila dalam waktu tersebut tak mengalami perubahan, barulah ia membawa anaknya ke dokter. Biasanya ini dilakukan para orangtua yang anaknya sudah lebih dari satu atau sudah berpengalaman menghadapi anak demam.

Tindakan kedua orangtua itu adalah wajar. Bagi orangtua yang menunggu demam anak hingga beberapa hari pun boleh saja. Asalkan, orangtua memang bisa memantau keadaan anaknya dan sudah mengerti kondisi anaknya bila sakit. Jadi, bergantung pula pada pengetahuan dan pengalaman orangtua menghadapi si anak. Orangtua semestinya sudah mengetahui apakah anaknya sekadar sakit biasa atau bukan.

Meski begitu, orangtua sebaiknya tidak menunda membawa anak ke dokter jika menunjukkan tanda-tanda berikut ini:
* Anak tak mau makan dan minum. Kondisi ini akan membuat daya tahan tubuh anak menurun, juga bisa menimbulkan dehidrasi. Sementara saat demam, kebutuhan cairan anak harusnya lebih tinggi.

* Anak rewel, menangis terus-menerus, lemas, dan atau ada gejala penyerta lain seperti muntah atau diare.

Iklan