JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Perumnas berencana membangun 200.000 rumah murah dan rumah sederhana untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di 50 wilayah di Indonesia tahun ini. Rumah murah tersebut ditawarkan seharga sekitar Rp 35 juta per unit dengan estimasi dana yang diperoleh mencapai Rp 7 triliun.

Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/4/2012) mengatakan, rumah berukuran 36 meter persegi itu akan dibangun di luas tanah minimal 60 meter persegi. Pembangunan perumahan ini akan dilaksanakan di tiga provinsi meliputi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan tiga provinsi ini karena mereka yang lebih siap,” kata Himawan.

Himawan mengatakan, Perumnas akan menganggarkan dana dari kas internal sekitar Rp 1,4 triliun atau 20% dari total yang dialokasikan Rp 7 triliun. Sementara 60% atau Rp 4,2 triliun diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menpera Djan Faridz menyatakan sanggup membangun rumah murah tipe 36 seharga Rp 25 juta. Komitmen ini ditunjukkan dengan pembangunan tiga model rumah murah di halaman parkir Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Jl Raden Fatah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Djan Faridz mengatakan, selama ini sejumlah kalangan pengembang menilai rumah murah tipe 36 sulit diwujudkan. Padahal, lanjut dia, dengan menggunakan bahan-bahan serta teknologi memadai, bangunan tersebut dapat dibangun dengan waktu relatif singkat.

Model rumah murah yang dibangun itu terdiri dari dua rumah tipe 36 seharga Rp 25 juta dan satu rumah tipe 45. Rumah murah dijanjikan Menpera ini memiliki tembok beton dengan beberapa ruangan, yakni ruang keluarga, dua kamar tidur, kamar mandi serta dapur.